7 Tips cara membuat produk baru yang handal:
1. Lakukan riset pasar
Riset pasar adalah penelitian yang
dilakukan untuk membantu pihak manajemen pemasaran dalam mengukur potensi
pasar, menganalisis luar pasar, menyelidiki karakteristik pasar, menganalisis
penjualan, menaksir permintaan produk, menetapkan daerah penjualan, meneliti
saluran distribusi.
Untuk kegiatan riset
pemasaran, kegiatan yang sistematis tersebut meliputi berbagai kegiatan,
mulai dari; perumusan masalah, penentuan desain riset, perancangan metode
pengumpulan data, perancangan sampel dan pengumpulan data, analisis dan
interpretasi data serta penyusunan laporan riset.
2. Lakukan
riset konsumen
Riset konsumen adalah penelitian
yang dilakukan perusahaan kepada konsumen/calon konsumen dengan cara
mengumpulkan, mencatat dan menganalisa dara secara sistematis tentang konsumen
yang dapat dijadikan sebagai masukan yang esensial perusahaan dan dapat
membantu strategi pemasaran perusahaan dimasa mendatang untuk memenuhi
kebutuhan dan keinginan konsumen.
Tahapan-tahapan nya
adalah menentukan tujuan riset, mengumpulkan dan mengevaluasi data sekunder,
merancang studi riset primer, mengumpulkan data primer, menganalisis data,
mempersiapkan laporan hasil riset.
3. Menentukan
strategi marketing
Menurut Hermawan Kartajaya terdapat elemen
marketing strategi adalah Segmentasi, Targeting dan Positioning.
·
Segmentasi : kemampuan untuk memilah, mengelompokkan, serta
mendiagnosa system yang ada sehingga lahir suatu kesepakatan untuk melangkah
pada tujuan dari pemasaran. Jenisnya, berdasarkan geografis, demografi,
psikografi, dan tingkah laku.
·
Targeting : proses menyeleksi target market yang tepat untuk
memproduksi pelayanan dari perusahaan. Criteria yang digunakan adalah ukuran
pasar, pertumbuhan, keunggulan kompetisi dan situasi persaingan.
·
Positioning : strategi menguak, mempelajari, memahami dan
kondisi emosional konsumen dengan apa yang ditawarkan perusahaan.
4. Menentukan
strategi harga
Konsumen tidak hanya mencari produk
dengan harga yang rendah, akan tetapi konsumen membeli suatu produk berdasarkan
nilai dari produk itu sendiri.
Di situswww.priceline.com, pembeli mengusulkan harga yang
mereka anggap paling pantas untuk tiket pesawat terbang atau kamar hotel, lalu
terserah apakah si penjual mau menjual berdasarkan usulan tersebut. (according
to KOTLER, 108 : 2006).sehingga untuk menyesuaikan harga harus disesuaikan
dengan produk yang ditawarkan.
Menurut Kotler dan
Amstrong (2001) strategi penentuan harga sebagai berikut :
·
Strategi penetapan harga produk baru, yakni penetapan harga
untuk meraup pasar dan penetapan harga untuk penetrasi pasar.
·
Strategi Penetapan harga bauran bauran produk, yakni penetapan
harga lini produk, penetapan harga produk pilihan, penetapan harga produk
terkait, penetapan harga poduk sampingan , dan penetapn harga paket produk.
·
Strategi penyesuaian harga, yang terdiri dari penetapan harga
diskon dan pengurangan harga, penetapan harga tersegmentasi, penetapan harga
psikologis, penetapan harga untuk promosi, penetapan harga murah dan penetapan
harga berdasarkan geografik.
·
Strategi menghadapi perubahan harga, yaitu memelopori perubahan
harga, bagaimana bereaksi terhadap perubahan harga.
5. Buat
brand yang simple dan menarik
Brand yang simple dan menarik akan
mudah diingat dan dikenali oleh konsumen, sehingga dapat menjadi suatu
referensi bagi konsumen.
Merek merupakan
suatu nama, istilah, tanda symbol, rancangan, atau kombinasi dari semua ini
yang dimaksudkan untuk mengenali produk atau jasa dari seorang kelompok penjual
untuk membedakannya dari produk pesaing. (Kotler dan Amstrong, 2001).
Kotler menyampaikan
4 arti merek sebagai berikut:
·
Atribut
Merek pertama-tama akan mengingatkan orang
pada atribut produk tertentu. Mercedes membawa atribut seperti dilengkapi
dengan mesin bagus, dibuat dengan bahan bermutu tinggi, awet, bergengsi tinggi,
capat, mahal, dan nilai jual tinggi. Perusahaan dapat menggunakan satu atau
beberapa atribut ini untuk mengiklankan produknya. Selama bertahun-tahun
Mercedes Benz mengiklankan dilengakapi dengan mesin yang berbeda dari mobil
lain di seluruh dunia. Ini memberikan landasan positioning bagi atribut lain
dari mobil.
·
Manfaat
Pelanggan tidak membeli atribut, mereka
membeli manfaat. Oleh karena itu atribut harus diterjemahkan menjadi manfaat
fungisonal dan emosional. Misalnya atribut awet dapat diterjemahkan menjadi
manfaat fungsional, saya tidak perlu membeli mobil baru setiap beberapa tahun.
Atribut mahal diterjemahkan menjadi manfaat emosional, mobil ini membuat saya
merasa penting dan dihormati. Atribut dibuat dengan bahan bermutu tinggi di
terjemahkan menjadi manfaat fungsional dan emosional.
·
Nilai
Merek juga mencerminkan sesuatu
mengenai nilai-nilai pembeli. Jadi, pembeli Mercedes menilai prestasi,
keamanan, dan harga diri tinggi. Pemasar merek harus mengenali kelompok
spesifik pembeli mobil yang nilai-nilainya sesuai dengan paket manfaat yang
disampaikan.
·
Kepribadian
Merek juga menggambarkan kepribadian.
Peneliti motivasi kadang-kadang bertanya, bila merek ini adalah manusia seperti
apa gambarannya?
Konsumen mungkin
membayangkan sebuah mobil Mercedes sebagai seorang eksekutif bisnis berusia
pertengahan kaya. Merek akan menarik orang yang gambaran sebenarnya dan citra
dirinya cocok dengan citra merek.
6. Perlihatkan
differentiation (keunikan) dari produk
Menurut Hermawan Kartajayadifferensiasi
adalah suatu kegiatan merancang kumpulan perbedaan-perbedaan yang mempunyai
nilai lebih dalam penawaran perusahaan. Hermawan lebih jauh lagi
mendefinisikannya sebagai penyatuan isi, konteks, dan infrastruktur penawaran
kepada pelanggan. Diferensiasi adalah taktik inti dari perusahaan untuk mendukung
positioning-nya. Ketika positioning tidak didukung oleh diferensiasi,
perusahaan akan menjanjikan hal yang berlebihan dan tidak mampu melakukannya.
Ini tentunya dapat menghancurkan merek dan reputasi perusahaan.Strategi differentiation merupakan
upaya perusahaan untuk menyediakan produk dan jasa yang unik dan bermutu
tinggi, sehingga dapat mempromosikan reputasi yang baik dan
identitas merek yang kuat, biasanya diikuti dengan harga yang premium. Bisnis
digital sangat dimungkinkan dapat menghasilkan produk dan jasa yangdifferent,
karena sentuhan teknologi digital akan senantiasa memacu pelaku bisnis untuk
melakukan inovasi secara berkesinambungan. Hal ini dapat menciptakan cara baru
bisnis dalam mencapai keunggulan bersaing.
Cara baru yang banyak dilakukan dalam proses bisnis
digital adalah adanya fasilitas kustomisasi produk atau jasa, sehingga konsumen
akan mendapatkan produk atau jasa yang lebih spesifik dandifferent. Hal
inilah yang menjadikan produk atau jasa yang memilikiunique cutomer
value, secara otomatis hal ini akan men-driveperusahaan untuk
memiliki keungulan bersaing. Sebagai contoh perusahaan Dell’s Komputer memperkuat posisi
kepemimpinannya dengan cara menyediakan sistem yang memfasilitasi pelanggannya
untuk memilih spesifikasi hardware komputer yang dipesannya. Perusahaan sepatu
terbesar Nike, mempersilahkan para pelanggannya untuk memilih warna atau
menambahkan nama pribadi atau nickname pada sepatu yang
dipesannya melaui program NIKEid, para pelanggan dapat melihat-lihat pilihan
sepatu yang mereka minati di situs nike.com, sebelum pemesanan dilakukan.
Metoda-metoda kustomisasi massa, telah mengubah cara
perusahaan dalam menjual produknya, dan itu telah membuktikan bahwa cara
seperti itu adalah teknik diferensiasi yang efektif. Bisa jadi secara
tradisional, perusahaan meraih pelanggan dilakukan dengan berbagai cara,
seperti ; pemutahiran katalog, ruang pameran, personal sales call,
dan menggunakan banyak cara lagi untuk membuat kemasan produk
menjadi lebih menarik dan prestige, celebrity endorsements (dukungan
selebriti), sponsorship kegiatan amal, Semuanya itu merupakan
cara-cara yang masih layak dilakukan dan dianggap efektif, tergantung pada
suatu lingkungan persaingan perusahaannya.
7. Promosikan
Promosi adalah upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau
jasa pada dengan tujuan menarik calon konsumen untuk
membeli atau mengkonsumsinya. Dengan adanya promosiprodusen atau distributormengharapkan kenaikannya angka penjualan.
Tujuan promosi di
antaranya adalah:
1. Menyebarkan
informasi produk kepada target pasar potensial
2. Untuk
mendapatkan kenaikan penjualan dan profit
3. Untuk
mendapatkan pelanggan baru dan menjaga kesetiaan pelanggan
4. Untuk
menjaga kestabilan penjualan ketika terjadi lesu pasar
5. Membedakan
serta mengunggulkan produk dibanding produk pesaing
6. Membentuk
citra produk di mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan. (Wikipedia)
Ada empat jenis
kegiatan promosi, antara lain : (Kotler, 2001:98-100)
·
Periklanan (Advertising), yaitu bentuk promosi non personal
dengan menggunakan berbagai media yang ditujukan untuk merangsang pembelian.
·
Penjualan Tatap Muka (Personal Selling), yaitu bentuk
promosi secara personal dengan presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan
calon pembeli yang ditujukan untuk merangsang pembelian.
·
Publisitas (Publisity), yaitu suatu bentuk promosi non personal
mengenai, pelayanan atau kesatuan usaha tertentu dengan jalan mengulas informasi/berita
tentangnya (pada umumnya bersifat ilmiah).
·
Promosi Penjualan (Sales promotion), yaitu suatu bentuk promosi
diluar ketiga bentuk diatas yang ditujukan untuk merangsang pembelian.
·
Pemasaran Langsung (Direct marketing), yaitu suatu bentuk
penjualan perorangan secara langsung ditujukan untuk mempengaruhi pembelian
konsumen.






